Sedih itu, ketika kebudayaan kita diakui milik negara lain😭 😭
Kebudayaan Indonesia yang Diakui Negara
Lain
1. Kerajinan Perak, Bali
Kisahnya bermula saat DN Suwarti bermukim di AS dan membuka gerai untuk
seni ukir perak Bali. Dia harus berhadapan dengan hukum di AS, karena salah
satu motif dalam karyanya dianggap menijplak sebuah paten motif yang dimiliki
warga AS. Motif Crocodile Deni telah terdaftar di Ditjen HKI tahun 2004.
Artinya, kedua motif sama - sama diakui hak ciptanya.
2. Kopi Gayo dan Kopi Toraja
Kopi gayo merupakan
salah satu komoditas unggulan dari Gayo, Aceh Tengah. Sedangkan Kopi Toraja
berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Tengah. Hak paten merek dangan Kopi Gayo dan
Kopi Toraja sudah diakui oleh negara lain. Kopi Gayo dipatenkan oleh
seorang perusahaan negara Belanda, sedangkan Kopi Toraja dipatenkan oleh
perusahaan Jepang.
3. Reog Ponorogo
Kesenian Reog Ponorogo diklaim Malaysia pada November 2007. Identitas
geografis daerah Ponorogo, Jawa Timur. Namun demikian, pihak Malaysia
mengatakan bahwa mereka tidaklah menjiplak Reog Ponorogo, melainkan
mengkreasikan tari yang disebut 'Barongan'. Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah
mendaftarkan reog sebagai hak cipta milik Kabupaten Ponorogo dengan nomor 026377
pada 11 Februari 2004.
4. Lagu Rasa Sayange
Rasa sayange pada tahun 2007
lalu sempat diklain oleh Negara Malaysia juga. Lagu ini pernah digunakan
Malaysia di salah satu iklan pariwisata Malaysia, Mentri Pariwisata Malaysia
Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange adalah
lagu dari Kepulauan Nusantara (Malay Archipelago).
5. Wayang Kulit
Kisah perwayangan
yang berasal dari India diantaranya Mahabarata dan Ramayana. Kisah pewayangan
tersebut masuk bersama agama Hindu ke Nusantara. Hal tersebut terjadi
karena beberapa orang di Indonesia yang menetap di Malaysia sering menghelat
pementasan wayang kulit. Kesenian yang berasal dari kata "Wah Yang"
yang artinya menuju kepada roh spiritual, Dewa atau Tuhan ini ditetapkan sebagai
warisan kebudayaan Indonesia pada 27 November 2003.
Opini dan Solusi
Opini
Karena seiring perkembangannya zaman, untuk saat ini sangat disayangkan
sekali perkembangan kebudayaan di Negara Indonesia ini perlahan-lahan mulai
tergusur. Pada zaman sekarang ini banyak penduduk yang mulai sedikit demi
sedikit meninggalkan kebudayaan tradisional dan lebih memilih
kebudayaan-kebudayaan yang lebih modern. Kurangnya rasa mencintai terhadap
daerah sendiri sangatlah berpengaruh dalam ketergusuran kebudayaan di
Indonesia. Kita sebagai bangsa Indonesia kurang memperdalam kebudayaan
kita sendiri, karena kita masih malas mempelajari kebudayaan daerah
sendiri.
Sebagian remaja di Indonesia hanya sekedar "tau"
tentang kebudayaan di daerah mereka sendiri. Sangat di sayangkan jika kita
tidak memperdalam kebudayaan daerah kita sediri. Setiap daerah - daerah di
Indonesia mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia mempunya
kebudayaannya masing - masing, baik dalam seni tari, seni musik, bahasa daerah,
upacara adat, dan lain - lain.
Solusi
- Harus mempunyai rasa cinta
dan bangga terhadap Tanah Air Indonesia. khususnya generasi muda, kita
bisa membuat budaya Indonesia yang sebelumnya terlihat kuno menjadi lebih
menarik, dengan aransement atau tarian, sehingga budaya ini mempunyai
nilai lebih dan dilirik bahkan dicintai oleh rakyat Indonesia.
- Meghilangakn rasa malu,
gengsi dengan kebudyaan yang kita miliki.
- Kenali terlebih dahulu
kebudayaan daerah sendiri, dengan cara: Mencari tahu tentang budaya
Indonesia.
- Mempraktikan kebudayaan
tersebut kedalam kehidupan sehari - hari
- Mengikuti kegiatan atau
komunis tentang kebudayaan, seperti GaMBaS: Gabungan Mahasiswa Batak
(bahasa daerah), tari tradisional (seni tari tradisional), teater(seni
rupa tradisional), dan lain - lain.
- Menggunakan produk dalam
negeri.





No comments:
Post a Comment